Wujud akulturasi dalam bidang
kesenian terlihat dari seni rupa, seni sastra dan seni pertunjukan .Dalam seni
rupa contoh wujud akulturasinya dapat dilihat dari relief dinding candi
(gambar timbul), Gambar timbul pada candi tersebut banyak menggambarkan suatu
kisah/cerita yang berhubungan dengan ajaran agama Hindu ataupun Budha.
Untuk wujud akulturasi dalam seni
sastra dapat dibuktikan dengan adanya suatu ceritera/kisah yang berkembang di
Indonesia yang bersumber dari
·
kitab
Ramayana yang ditulis oleh Walmiki dan
·
kitab
Mahabarata yang ditulis oleh Wiyasa.
Kedua kitab tersebut merupakan kitab
kepercayaan umat Hindu. Tetapi setelah berkembang di Indonesia tidak sama
proses seperti aslinya dari India karena sudah disadur kembali oleh
pujangga-pujangga Indonesia, ke dalam bahasa Jawa kuno. Dan,tokoh-tokoh cerita
dalam kisah tersebut ditambah dengan hadirnya tokoh punokawan seperti Semar,
Bagong, Petruk dan Gareng. Bahkan dalam kisah Bharatayuda yang disadur dari
kitab Mahabarata tidak menceritakan perang antar Pendawa dan Kurawa,melainkan
menceritakan kemenangan Jayabaya dari Kediri melawan Jenggala..
1. Candi
Candi
umumnya terbuat dari batu maupun batu bata, sehingga bisa bertahan sampai
sekarang. Candi erat hubungannya dengan keagamaan sehingga bersifat suci.
Fungsi bangunan candi bagi umat Hindu adalah untuk memuliakan orang yang telah
wafat khususnya raja-raja dan orang-orang terkemuka. Bagi umat Hindu di
Indonesia, fungsi candi adalah untuk pemujaan terhadap roh nenek moyang atau
dihubungkan dengan raja yang sudah meninggal. Candi yang bercorak Buddha fungsinya
untuk memuja Dyani Bodhisattwa yang dianggap sebagai perwujudan dewa.
Bangunan
candi merupakan salah satu sumber sejarah. Bangunan candi merupakan bukti
peninggalan kerajaan tertentu. Misalnya sumber sejarah yang menjadi bukti
peninggalan kerajaan Mataram Kuno seperti candi-candi pegunungan Dieng dan
Candi Gedung Songo, yang terletak di Jawa Tengah bagian utara. Di Jawa Tengah
bagian selatan juga ditemukan candi antara lain Candi Borobudur, Candi Mendut,
Candi Plaosan, Candi Prambanan, dan Candi Sambi Sari.
2. Prasasti
Prasasti
disebut juga batu bertulis, karena prasasti terbuat dari batu. Prasasti
biasanya dibangun untuk mengenang suatu peristiwa penting yang telah terjadi.
Dari prasasti inilah kita dapat mengetahui peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi
pada masa lalu.
Prasasti
tertua yang ditemukan di Indonesia berasal dari abad ke-5, yaitu peninggalan
Raja Mulawarman dari Kerajaan Kutai dan peninggalan Raja Purnawarman dari
Kerajaan
Tarumanegara.
Isi prasasti sebagian besar mengagungkan keperkasaan raja.
3. Arca
Arca atau
patung biasanya terdapat dalam sebuah candi. Arca menjadi simbol telah
bersatunya raja dengan dewa penitisnya. Patung dewa-dewa agama Hindu di
antaranya Dewa Siwa, Dewa Wisnu, dan Dewa Brahma. Ketiga dewa tersebut biasanya
disebut Trimurti. Di dalam agama Budha dikenal adanya Arca Buddha. Arca Buddha
biasanya sangat sederhana, tanpa hiasan, hanya memakai jubah.
4. Karya Sastra
Peninggalan
bersejarah yang lain adalah karya sastra. Keberadaan Kerajaan Kediri diketahui
dari hasil karya berupa kitab sastra. Hasil karya sastra tersebut adalah Kitab
Kakawin Bharatayudha yang ditulis Mpu Sedah dan Mpu Panuluh yang menceritakan
tentang kemenangan Kediri/Panjalu atas Jenggala.
Keberadaan
Kerajaan Singasari dibuktikan melalui kitab sastra peninggalan zaman Majapahit
yang berjudul Negarakertagama karangan Mpu Prapanca. Karya sastra tersebut
menjelaskan tentang raja-raja yang memerintah di Singasari. Selain itu, ada
Kitab Pararaton yang menceritakan riwayat Ken Arok yang penuh keajaiban. Kitab
Pararaton isinya sebagian besaradalah mitos atau dongeng, tetapi dari Kitab
Pararatonlah asal usul Ken Arok menjadi raja dapat diketahui.


